Budidaya Jeruk Kip

Perayaan Imlek tak lengkap tanpa kehadiran pohon jeruk kip. Menjelang Imlek, harganya pun meroket. Herannya, jika ditanam di Indonesia, buahnya tak bisa sekuning dibandingkan yang diimpor ­langsung dari Cina.

Menurut Nuryadi, dari pusat pembibitan buah Wijaya Tani, Depok, menjelang Perayaan Tahun Baru Cina seperti saat ini, pohon jeruk Imlek, atau sering disebut jeruk kip , ini laris manis. Sebetulnya, jenis jeruknya, sih, biasa saja. Rasanya pun asam. Tak heran, pada hari-hari biasa, orang malah sering memakainya untuk membuat minuman atau penambah rasa pada masakan soto.

Warna buah jeruk kip kuning keemasan, bentuknya sebesar bola pingpong. Tinggi pohon bisa mencapai 3 meter dengan daun rimbun kecil-kecil. “Kami mengimpor pohonnya langsung dari Cina. Soalnya, kalau ditanam di Indonesia, buahnya tidak bisa sekuning yang impor. Mungkin karena perbedaan cuaca, ya,” papar Nuryadi yang juga mengoleksi jeruk kip lokal, yang buahnya didominasi warna hijau.

“Yang hijau ini pun tadinya impor, tapi warna buahnya tidak bisa kuning,” ujarnya. Meski begitu, Nuryadi menjelaskan, jeruk kip boleh dibilang tahan segala cuaca.

Cantik Dalam Pot Keramik

Teknik penanaman pohon jeruk Kip sama dengan kebanyakan buah lainnya. Yang harus diperhatikan adalah media tanam yang digunakan. Media tanam yang dipakai merupakan campuran dari tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

Setelah berusia sebulan, bisa diberikan pupuk NPK secara rutin sebulan sekali. Takarannya 10 – 20 gram per satu sendok makan, tergantung besar kecilnya pot. Ditambah dengan pupuk kandang tiga bulan sekali dengan dosis bebas.

Jeruk kip bisa ditanam di pot jenis apa saja, baik pot plastik, drum, maupun pot keramik. Namun, saat perayaan Imlek, kebanyakan orang memajang jeruk kip pada pot keramik, karena penampilannya jadi lebih indah. Apalagi jika buahnya banyak dan daunnya rimbun. Sungguh menarik mata.

Perbanyakan jeruk kip bisa dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan cara cangkok atau dengan okulasi. Nuryadi sendiri menyarankan untuk memilih teknik okulasi supaya diperoleh hasil yang lebih bagus.

“Dicangkok juga bisa, tapi kurang bagus hasilnya. Cangkok, kan, hanya mengandalkan akar dari batang, sementara kalau okulasi, ada batang anak dan batang atas yang sudah biasa berbuah, sehingga hasilnya akan lebih kuat dan lebih cepat pertumbuhannya. Buahnya pun lebih banyak,” katanya.

Usir Hama Pengganggu

Untuk memperoleh pohon yang sehat, pertumbuhannya bagus, dan buahnya banyak, diperlukan perawatan rutin setelah penanaman. Salah satunya, dengan rutin melakukan penyiraman.

“Tapi, lihat-lihat kondisinya juga. Kalau sedang musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan dua kali sehari. Tapi kalau pas musim hujan, cukup 2 hari sekali saja,” lanjut Nuryadi.

Selain penyiraman, penyemprotan insektisida dan fungisida juga perlu dilakukan setiap 10 hari. Insektisida berfungsi untuk mencegah binatang pengganggu, seperti ulat, belalang, atau lalat buah yang memang merupakan musuh utama pohon buah.

Biasanya, menjelang Imlek, keruk kip memang ditempatkan pada sebuah tempat khusus yang bebas dari lalat buah, sehingga pada saat Imlek, tanaman ini masih tampak bagus.

Sementara fungisida berguna untuk mencegah jamur yang bisa membuat daun dan batang tanaman berkarat. Insektisida yang biasa digunakan antara lain Decis atau Kurakron, sementara fungisida bisa memakai Antrakol atau Daitin.

Pentingnya Pemangkasan

Jeruk kip juga tidak mengenal musim. Yang penting lakukan pemangkasan agar keluar tunas bunga bakal buah. Setelah berbuah, batang pohon bisa kering, sehingga susah keluar tunas bunga.

“Nah, gunanya pemangkasan ini supaya keluar perintisan tunas bunga bakal buah. Jadi, setiap kali habis dipanen, sebaiknya langsung dipangkas. Kalau tidak, bisa-bisa enggak keluar tunas bunga bakal buahnya,” kata Nuryadi.

Dari sisi bisnis, ternyata jeruk kip juga menguntungkan, khususnya menjelang Imlek. Tahun ini, Nuryadi mengaku menyiapkan sekitar 300 pot pohon jeruk kip impor dalam berbagai ukuran, mulai ukuran S, M, L, hingga XL.

Usia pohon pun bervariasi, dari usia 1 sampai 4 tahun. Harga juga beragam, mulai Rp 300 ribu hingga Rp 5 juta untuk pohon setinggi 3 meter. “Biasanya, sih, persediaan selalu habis,” katanya berbinar.

Agar Jeruk Kip Tetap Sehat

– Penyiraman harus dilakukan secara teratur dengan melihat kondisi cuaca. Jika sedang musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan sehari 2 kali, sementara pada musim hujan cukup 2 hari sekali.

– Lakukan pemupukan dengan pupuk NPK sebulan sekali. Lakukan juga penyemprotan dengan insektisida dan fungisida untuk menghindari tanaman pengganggu dan jamur.

– Pohon bisa tetap ditanam di dalam pot, asalkan setiap 2 tahun sekali dilakuan penggantian media tanam baru.

– Lakukan pemangkasan pada tangkai buah setiap kali habis dipetik atau dipanen.