Tehnik Budidaya Manggis

Budidaya Manggis
Budidaya Manggis

Dalam budidaya manggis, angin berperan dalam penyerbukan bunga untuk tumbuhnya buah. Angin yang baik tidak terlalu kencang. Daerah yang cocok untuk budidaya manggis adalah daerah yang memiliki curah hujan tahunan 1.500–2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Temperatur udara yang ideal berada pada kisaran 22-32 derajat C.

Media Tanam

Tanah yang paling baik untuk budidaya manggis adalah tanah yang subur, gembur, mengandung bahan organik. Derajat keasaman tanah (pH tanah) ideal untuk budidaya manggis adalah 5–7.  Untuk pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase baik dan tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50–200 m.

Ketinggian Tempat

Pohon manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di ketinggian di bawah 1.000 m dpl. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl.

Cara Budidaya

1. Pembibitan

Pohon manggis dapat diperbanyak dengan biji/bibit hasil penyambungan pucuk dan susuan. Pohon yang ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yang ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun.

Persyaratan Benih

a) Perbanyakan dengan bijiuntuk batang bawah diambil dari buah tua yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yang berbiji, tidak rusak, beratnya minimal satu gram dan daya kecambah sedikitnya 75%. Buah diambil dari pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun.
b) Untuk pembuatan bibit dengan cara sambungan diperlukan batang bawah dan pucuk (entres) yang sehat. Batang bawah adalah bibit dari biji berumur lebih dari dua tahun dengan diameter batang 0.5 cm dan kulitnya berwarna hijau kecoklatan.

Penyiapan Benih

a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah. Untuk menghilangkan daging buah, rendam buah dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir dan jamur terbuang. Biji akan mengelupas dengan sendirinya dan biji dicuci sampai bersih. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit. Keringanginkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%.

b) Pucuk untuk sambungan berupa pucuk (satu buku) yang masih berdaun muda berasal dari pohon induk yang unggul dan sehat. Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah dan pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm untuk lebih memacu pertumbuhan.

Teknik Penyemaian Benih

a) Perbanyakan dengan Biji Dalam Bedengan

Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm. Tanah diolah sedalam 30 cm, kemudian campurkan pasir, tanah dan bahan organik halus (3:2:1) dengan merata. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm dan sisi Barat 10-125 cm. Benih ditanam di dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0,5-1,0 cm. Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm.

Persemaian disiram 1-2 kali sehari, diberi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. Setelah berumur 1 tahun, bibit dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20 x 30 cm berisi campuran tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1). Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan.

b) Penyemaian dan pembibitan di dalam polybag berukuran 20 x 30 cm

Satu/dua benih disemai di dalam polybag 20 x 30 cm yang dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0.5-1.0 cm. Media tanam berupa campuran tanah halus, kompos/pupuk kandang halus dan pasir (1:1:1).

Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh. Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan.

c) Perbanyakan dengan penyambungan pucuk

Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut:
1. Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di ujung batang sepanjang 3-5 cm.
2. Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm.
3. Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dalam celah batang bawah.
4. Balut bidang pertautan batang bawah dan atas dengan tali rafia. Pembalutan dimulai dari atas, lalu ikat ujung balutan dengan kuat.
5. Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan dan simpan di tempat teduh. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka dan bibit dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu pada saat bibit telah bertunas. Setelah berumur 6 bulan bibit siap dipindahtanamkan ke kebun.
6. Selama penyambungan siram bibit secara rutin dan siangi gulma.

d) Perbanyakan dengan penyambungan susuan

Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut:
1. Pilih pohon induk yang produktif sebagai batang atas.
2. Siapkan batang bawah di dalam polibag dan letakan di atas tempat yang lebih tinggi daripada pohon induk.
3. Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk untuk bahan cabang atas. Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah.
4. Sayat batang bawah dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang sepanjang 5-8 cm.
5. Sayat pula cabang entres dengan cara yang sama.
6. Satukan bidang sayatan kedua batang dan balut dengan tali rafia.
7. Biarkan bibit susuan selama 5 – 6 bulan.
8. Pelihara pohon induk dan batang bawah di dalam polibag dengan intensif.
9. Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres) dan ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali.
10. Bibit susuan yang baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. Pada saat ini bibit siap dipindahtanamkan.

2. Pengolahan Media Tanam

Persiapan

Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan factor kemudahan transportasi dan sumber air.
Pembukaan Lahan
a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang sertamenghilangkan
rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam.
b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar.

Pengaturan Jarak Tanam

Pada tanah yang kurang subur, jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur, jarak tanam lebih renggang. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diaturdengan cara:
a) Segi Tiga Sama Kaki
b) Diagonal
c) Bujur Sangkar (Segi Empat)
Pemupukan
Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yang beririgasi sepanjang tahun.Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA, 250 gram SP-36 dan 200 gramKCl ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah.

3. Teknik Penanaman

Pembuatan Lubang Tanam

Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan tanah galiantanah di satu sisi. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan tempatkan tanahgalian di sisi lain. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam. Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke dua) dan masukkan kembalilapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang.Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. Untuklahan berlereng perlu dibuat teras, tanggul dan saluran drainase untuk mencegaherosi.

Cara Penanaman

Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar.
Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut:
a) Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskandengan mudah.
b) Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam.
c) Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam, timbun dengan tanah sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan.
d) Siram sampai tanah cukup lembab.
e) Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Jika sudahada pepohonan di sekitarnya, pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagaipelindung alami. Pohon pelindung harus bersifat alami dan mengubah iklimmikro, misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro.

Persiapan Tanam

1. Pengolahan Lahan
• Usahakan lahan tidak terbuka luas terhadap sinar matahari, oleh karena itu tidak perlu membabat seluruh pohon yang ada kecuali yang mengganggu tanaman manggis berkembang.
• Jarak tanam manggis 8 X 10 m atau 10 X 10 m.
2. Pembuatan lobang

Lobang dibuat dengan ukuran
• Panjang : 50 cm
• Lebar : 50 cm
• Dalam : 50 cm
• Lobang dibiarkan terbuka selama 1-2 minggu, kemudian lobang ditutup dengan campuran tanah galian bagian atas dengan bahan organik. Jumlah pupuk organik yang diberikan tergantung pada kesuburan tanah.

Penanaman

1. Saat tanam yang baik adalah awal musim hujan
2. Penanaman hanya sampai leher akar.

Pemeliharaan

1. Pembuatan naungan.

• oleh karena tanaman manggis tidak tahan terhadap sinar matahari langsung untuk itu perlu dibuat naungan.
• lama tanaman manggis diberi naungan adalah samapi berumur ? 2 tahun.
• ukuran naungan adalah sbb:
• panjang 60 cm
• lebar 40 cm
• tinggi 75 cm
• tonggak dari kayu / bambu, atap dari daun alang-alang atau daun kelapa dan lain-lain sedangkan dinding kosong.

2. Untuk pertumbuhan vegeratif yang baik

satu bulan setelah tanam diberi 100-200 gram urea/pohon. Pemberian diulang setiap enam bulan sekali dan ditambah dengan pupuk kandang 20-30 kg/pohon. Apabila tanaman manggis sudah berbuah diberi pupuk NPK sebanyak 0,5 kg/pohon dan diulang setiap enam bulan sekali.

3. Penyiangan.

Penyiangan pada tanaman manggis hanya dilakukan terhadap tumbuhan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman saja. Hal ini disebabkan tanaman manggis tidak tahan terhadap sinar matahari langsung.

4. Penyisipan

Apabila tanaman manggis yang ditanam ada yang mati atau pertumbuhan sangat kerdil sebaiknya segera dilakukan penyisipan/penggantian dengan bibit baru.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

a. Hama

• Tupai
Tupai menyerang buah yang hampir masak, tiap ekor tupai dapat menghabiskan 2-3 butir buah manggis/hari.

Pengendalian : yang sering dilakukan adalah dengan jalan menembak dengan senapan angin atau dikroyok siang hari

• Pemakan Daun
Ulat pemakan daun yang masih muda, sedang warna ulat kelabu coklat dan berambut.

Pengendalian : oleh karena serangan dilakukan pada malam hari maka pengendalian dengan penggunaan insektisida sistemik.

b. Penyakit

• Jamur upas.
Gejala : Timbul pada batang atau cabang kulitnya berwarna cokklat, tetapi belum membentuk gabus tebal.

Pengendalian : Adalah dengan jalan memusnahkan pada stadium rumah laba-laba. Di samping itu penyemprotan cabang-cabang yang sakit dengan fungisida antara lain Calixin 5 % atau Dowco 282,5 %.

• Bercak daun Cescospora
Gejala: Daun yang terserang berat menjadi kuning dan rontok. Penyakit ini disebabkan oleh Cercospora averrhoae Fres.

Pengendalian: Dengan jalan penyemprotan dengan fungisida yaitu kaptafol atau fungisida yang membendung bahan aktif tembaga.

6. Penanganan Hasil

1. Panen.
Pemanenan harus dilakukan pada saat yang tepat yaitu pada waktu buah sudah tua. Buah manggis yang sudah tua yaitu pada kulit buah sudah berwarna ungu.

2. Penanganan buah segar
Waktu panen buah tidak boleh buah terjatuh, luka, lecet, memar dan lain-lain. Setelah panen buah yang rusak dengan yang baik perlu dipisahkan. Buah yang rusak ditandai dengan keluarnya getah kuning dari kulit buah.

Buah yang baik dikelompokkan atas dasar ukuran buah yaitu:
a. Mutu super yaitu diameter buah 6,5 cm.
b. Mutu I yaitu diameter buah 5,5 – 6,5 cm.
c. Mutu II yaitu diameter buah 5,5 cm.
Buah yang dipetik dengan mengikutsertakan tangkainya pada suhu kamar dapat bertahan 2-3 minggu.

3. Pengolahan Hasil
Buah manggis dapat juga diolah hasilnya melalui:
• Pengalengan buah manggis
• Pengolahan saus manggis